Fenomena Dentuman Misterius di Langit Indonesia

Dalam beberapa bulan terakhir, suara dentuman di langit terdengar di beberapa wilayah di Indonesia. Kali pertama dalam tahun ini suara dentuman menghebohkan masyarakat Indonesia adalah ketika meletusnya Gunung Anak Krakatau, April lalu. 

Namun anehnya adalah, suara dentuman itu justru terdengar cukup jauh, dari keberadaan Gunung Anak Krakatau tersebut. Selanjutnya, sejumlah fenomena dentuman kembali terdengar beberapa kali di sejumlah wilayah. Terakhir, terjadi beberapa hari yang lalu, yang terdengar oleh masyarakat Bandung.

Kejadian Di Indonesia

Sebenarnya fenomena suara dentuman di langit sendiri pernah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. Namun peristiwa itu semakin intens terjadi sejak meletusnya Gunung Anak Krakatau April lalu, dan berlanjut terjadi di beberapa wilayah di Indonesia. 

Banyak masyarakat yang menghubungkan fenomena dentuman dengan wabah virus Corona yang sedang merebak, serta pertanda kejadian-kejadian spiritual yang memiliki makna tertentu. Berbagai hal-hal logis hingga di luar nalar coba dihubung-hubungkan dengan fenomena dentuman tersebut. Terlebih yang membuat fenomena dentuman semakin misterius adalah tidak diketahui, penyebab dan lokasi pasti kejadiannya. 

Suara Dentuman Di Jakarta – Depok

11 April pukul 02.00 sejumlah warga di wilayah Jakarta dan Depok dibuat heboh dengan adanya suara dentuman yang cukup keras terjadi di langit. Sejumlah warga terbangun dan keluar dari rumah guna melihat kondisi langit saat itu. Beberapa bahkan sempat merekam kejadian misterius itu. 

Sejumlah pihak menyebut jika suara dentuman itu berasal dari letusan Gunung Anak Krakatau yang dalam beberapa hari saat itu memang sedang mengalami erupsi. Namun pihak Lapan dan BMKG menyangsikan jika suara dentuman tersebut berasal dari Gunung Anak Krakatau. Penjelasan BMKG dan Lapan itu pun membuat masyarakat semakin penasaran.

Dari pengamatan pihak BMKG mengenai kondisi Gunung Anak Krakatau saat fenomena dentuman terjadi, tidak ada erupsi atau ledakan dari Gunung Anak Krakatau. Memang pada sore hari, Gunung Anak Krakatau beberapa kali mengalami erupsi, namun berhenti pada malam hari. Dari tengah malam hingga subuh, Gunung Anak Krakatau terpantau hanya terjadi semburan lava pijar saja. 

Suara Dentuman di Jawa Tengah

Tepat satu bulan setelahnya, yakni pada tanggal 11 Mei 2020, fenomena dentuman kembali terdengar di wilayah Jawa Tengah. Peristiwa itu terjadi pada pukul 00.45 sampai dengan 01.15. Jika fenomena dentuman di Jakarta dan Depok dihubungkan dengan aktivitas Gunung Anak Krakatau, kali ini di Jawa Tengah dihubungkan dengan adanya gempa tektonik di bawah tanah. 

Namun lagi-lagi peristiwa itu meninggalkan misteri yang tidak terjawab, sebab pihak BMKG membantah penyebabnya adalah adanya gempa tektonik. Alasan BMKG menyebut demikian karena dalam catatan seismograf mereka, tidak terdeteksi sama sekali aktivitas kegempaan pada kurun waktu terjadinya fenomena dentuman.

BMKG mengaku menempatkan sebanyak 22 sensor gempa yang tersebar di wilayah Jawa Tengah. Sehingga jika memang terjadi aktivitas kegempaan baik itu tektonik maupun vulkanik, akan dengan mudah terdeteksi. 

Suara Dentuman Di Bandung 

Fenomena suara dentuman di langit kembali terjadi pada tanggal 21 dan 22 Mei 2020. Kali ini wilayah yang paling jelas mendengar suara dentuman itu adalah wilayah Bandung dan sekitarnya. Beberapa warga di kawasan Jabodetabek juga mengaku mendengar peristiwa tersebut. 

Pihak BMKG kembali menjelaskan jika penyebab suara dentuman itu bukan karena aktivitas gempa ataupun gunung berapi yang ada di sekitar Bandung. Namun peristiwa kali ini bisa tercatat oleh Stasiun Magnet Bumi di Sukabumi. Sinyal dentuman itu tercatat terjadi pada kisaran 0.03 sampai 0.1 Hz. 

Dari penelusuran yang dilakukan, suara dentuman di langit Bandung dan sekitarnya, kemungkinan berasal dari adanya aktivitas anomali di medan magnetik komponen horizontal bumi. 

Fenomena suara dentuman itu diketahui tidak tercatat pada stasiun di Jepang dan Australia. Sehingga pihak BMKG memastikan fenomena tersebut bersifat lokal dan hanya terjadi di wilayah Indonesia. 

Anggapan suara dentuman itu berasal dari petir, karena saat itu cuaca sedang mendung juga terbantahkan. Pasalnya suara dentuman bisa terdengar hingga radius 100 km, padahal petir jangkauannya maksimal hanya 25 km persegi. 

Dentuman Dalam Sains

Dalam ilmu sains dan fisika, fenomena dentuman ini dikenal dengan nama Skyquake. Secara  harfiah, Skyquake artinya adalah gempa di langit. Dalam beberapa kejadian yang pernah diketahui masyarakat, Skyquake ini biasanya terdengar seperti suara terompet, meriam atau juga sonic boom. Sonic boom sendiri berarti suara kejut yang dihasilkan oleh kecepatan yang melebihi kecepatan suara, seperti pesawat tempur. 

Peristiwa ini diketahui pernah terjadi hampir di seluruh belahan dunia. Suaranya pun tidak hanya terdengar seperti ledakan saja, tetapi juga seperti suara berdengung yang terjadi selama beberapa detik. Di daerah Eropa dan Amerika Serikat beberapa tahun silam juga pernah terjadi dan menghebohkan dunia. Terlebih suara yang didengar itu malah seperti suara terompet yang sangat keras di langit.

Para ilmuwan pun tidak bisa memastikan dengan detail mengenai fenomena dentuman di langit ini. Sebab, ketika berbagai peristiwa yang pernah terjadi dicoba untuk ditarik persamaan penyebabnya, semua menunjukkan penyebab yang berbeda-beda. Kebanyakan malah tidak diketahui penyebab pastinya. Fenomena dentuman ini pun hingga kini masih menjadi sebuah misteri yang tidak bisa dipecahkan secara pasti. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow by Email
LinkedIn
Share
Instagram