Pelarangan sholat idul fitri berjamaah yang berakhir ricuh

Dimasa pandemi seperti sekarang ini, segala aktifitas atau kegiatan dibatasi untuk tidak berkerumun atau berkumpul di tempat keramaian atau dengan kata lain PSBB.

Dengan PSBB kita dianjurkan untuk melakukan social distancing, jaga jarak terhadap orang lain, menggunakan masker, dan rajin mencuci tangan untuk menghindari tertular nya virus covid 19.

Pembatasan tersebut juga diberlakukan terhadap kegiatan-kegiatan keagamaan, salah satu nya yaitu sholat Idul Fitri yang dilaksanakan setiap selesai bulan Ramadhan.

Pemerintah menghimbau warganya yang beragama Islam agar melakukan sholat idul fitri dirumah saja bersama keluarga, tidak berjamaah di masjid untuk menghindari penularan covid 19.

Himbauan untuk tidak sholat ID berjamaah yang berakhir ricuh

Itulah yang dilakukan oleh kepala desa di salah satu desa kabupaten buol pada minggu tadi pagi.

Dia menghimbau warga nya agar melaksanakan sholat ID dirumah masing-masing, tidak berjamaah dimasjid.

Tapi tidak semua warga mengerti akan himbauan tersebut, banyak dari mereka yang akhirnya tidak terima dengan keputusan kepala desa tersebut yang akhir nya berujung ricuh.

Didalam video tersebut terlihat ada banyak warga yang berkerumun di suatu tempat, seperti nya dekat dengan tempat ibadah, dan ada seperti beberapa orang yang berusaha melindungi 1 orang yang kemungkinan orang yang dilindungi tersebut adalah kepala desa.

Bapak hansip yang menjadi korban pemukulan

kejadian tidak menyenangkan pun terjadi pada hansip yang seperti nya sedang melindungi kepala desa dari kerumunan, tiba-tiba ada seorang pria berbaju putih yang memukul bapak hansip tersebut.

Otomatis kejadian pun menjadi semakin ricuh dan tak terkendali, untung nya masih ada beberapa warga yang berusaha melerai agar kericuhan tidak semakin membesar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow by Email
LinkedIn
Share
Instagram