Klub Sepakbola Korea Taruh Boneka Seks Untuk Ramaikan Stadion

Wabah pandemi Covid19 telah membuat segala aktivitas masyarakat terhenti. Seperti yang terjadi di Korea Selatan, salah satunya yang menimpa industri sepak bola di negeri ginseng tersebut. Setelah ditiadakan sejak bulan September 2019 silam, beberapa waktu yang lalu liga sepak bola di negara itu digulirkan kembali. 

Menggunakan boneka untuk menghidupkan suasana

Namun karena sepinya penonton, sebuah klub bernama FC Seoul mencoba menghidupkan suasana stadion dengan menempatkan sejumlah boneka di bangku penonton. Tujuannya agar stadion tidak terlihat seperti kuburan, karena tidak ada penontonnya. Alih-alih menghidupkan suasana, tindakan itu justru menuai kontroversi hingga ke seluruh penjuru dunia. Sebab, boneka yang digunakan itu ternyata boneka seks. 

Peristiwa itu mulai viral setelah pertandingan antara FC Seoul melawan Gwangju FC digulirkan dalam lanjutan kompetisi K-League. Sebuah kompetisi kasta teratas sepak bola Korea Selatan. Namun perhatian netizen tertuju pada sejumlah manekin atau boneka yang ditempatkan di bangku penonton di stadion tempat pertandingan digelar. Menurut mereka, manekin itu terlihat terlalu mirip dengan bentuk orang nyata. Sebelum akhirnya mereka menyadari bahwa manekin itu sebenarnya adalah boneka seks.

FC Seoul pun memberikan klarifikasi karena ketidakpahaman

Setelah berita itu menjadi viral dan menjadi konsumsi masyarakat dunia, pihak FC Seoul pun buru-buru memberikan klarifikasinya. Mereka meminta permohonan maaf terkait kebijakan klub yang mencoba mengisi kursi-kursi kosong itu dengan boneka. Mereka sama sekali tidak mengetahui jika boneka itu ternyata adalah boneka seks. 

Mereka mengaku telah melakukan sebuah kesalahan fatal karena tidak melakukan pengecekan sebelum pertandingan berlangsung, dan ketika boneka-boneka itu dimasukkan ke dalam stadion. Pihak FC Seoul menjelaskan jika sebenarnya mereka mengorder sejumlah boneka dengan tingkat semirip mungkin dengan manusia. 

Mereka pun bekerja sama dalam pengadaan boneka-boneka tersebut dengan sebuah perusahaan bernama Dalcom. Namun mereka sama sekali tidak mengetahui jika ternyata boneka yang disediakan perusahaan tersebut ternyata boneka seks. “Tidak ada pemikiran yang terlintas sama sekali jika boneka tersebut adalah boneka seks,” jelas pihak FC Seoul.

Dugaan kejadian yang memang di sengaja

Akan tetapi sejumlah netizen termasuk fans dari kesebelasan FC Seoul menyangsikan soal kesalahpahaman dalam penempatan boneka seks itu. Mereka menyebut hal itu sangat mustahil terjadi, karena tentunya sejak dari perencanaan, proses kerjasama, hingga proses penempatan boneka itu pasti melibatkan banyak pihak. Hal yang sangat aneh, jika dari seluruh petugas yang terlibat tidak ada yang mengetahui jika boneka-boneka itu adalah boneka seks.

Mereka berpendapat bahwa kejadian itu sebenarnya memang disengaja. Salah satu alasannya adalah masalah uang. Sebab, boneka-boneka itu ternyata memakai kaos dan membawa tanda seperti iklan sebuah situs pornografi. Sehingga mereka menyimpulkan kejadian itu semata-mata merupakan kerjasama iklan dengan situs pornografi. 

Peristiwa itu tentunya menjadi peristiwa yang cukup memalukan dan menampar citra kompetisi kasta atas Korea Selatan, K-League. Khususnya para penggemar FC Seoul yang mengaku sangat malu dengan apa yang dilakukan pihak manajemen klub.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow by Email
LinkedIn
Share
Instagram