Kasihan, Rizal si Bocah Penjual Gorengan Yang Dibully

Kasus bullying memang masih marak terjadi di Indonesia. Pada dasarnya, bullying adalah kasus dimana seseorang atau kelompok mencoba untuk menyakiti dengan cara kekerasan. Kekerasan yang dilakukan bisa dalam bentuk fisik, verbal, intimidasi sosial, sampai bullying dalam dunia maya atau dunia digital. Adanya bullying dapat membuat korban merasa stress, depresi, bahkan perasaan ingin bunuh diri.

Bullying menjadi salah satu kasus yang muncul setiap tahunnya, terutama di Indonesia. Kesadaran dan karakter banyak pelaku bullying belum sepenuhnya terbentuk dari keluarga dan pendidikan, sehingga kasus ini masih kerap terjadi. Padahal bullying seharusnya menjadi kasus yang dihindari karena dapat merugikan orang lain akibat diri sendiri.

Akhir-akhir ini viral berita Rizal, seorang bocah penjual gorengan dibully oleh sang pelaku. Banyak video yang beredar di internet maupun media sosial. Terlihat bahwa Rizal menggunakan sepeda untuk berdagang jalangkote atau jajanan dan kemudian dihadang oleh sekumpulan pemuda hingga terjatuh di lapangan rumput. Setelah terjatuh pun, sang korban terus dikerjai oleh sekelompok orang. Korban terus dipukuli dan didorong oleh para pelaku tersebut.

Bocah penjual jajanan ini dikenal sebagai warga di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Setelah beredarnya kasus dan video yang viral ini, pihak kepolisian segera mencari sang pelaku dan sampai saat ini, polisi sudah berhasil menangkap 8 pelaku yang melakukan bullying terhadap rizal itu.

Salah satu pemuda yang tertangkap bernama Firdaus berusia 26 tahun warga Kelurahan Bonto Bonto, Kecamatan Ma’rang, Sulawesi Selatan. Saat ini, para pelaku yang melakukan pembullyan pun sudah diamankan oleh pihak yang berwajib.

Kasus bullying tersebut terjadi di Jalan Batu Merah, Kelurahan Tala, Kecamatan Tala pada tanggal 17 Mei 2020 sekitar pukul 17.30 WITA. Setelah kejadian itu, sang korban menderita sejumlah luka di tubuhnya karena dipukuli dan dianiaya.

Terungkap, ternyata bocah ini punya hati yang mulia, ia berjualan untuk mencukupi kebutuhan ibu dan adiknya. Uang hasil jualannya yang tak seberapa itu dipakai untuk membeli popok adiknya yang masih balita.

Bahkan diceritakan setelah kasus pembullyan terjadi, ia pulang ke rumah dan mencium adiknya, kemudian meminta maaf karena tak dapat membelikan popok untuknya. Bahkan hasil jualannya hanya sekitar 10 ribu per harinya, 5 ribu ia berikan kepada ibunya dan sisanya ia pakai untuk jajan di sekolah.

Namun, kesialan berujung pada keberuntungan yang lebih besar. Ini lah yang dialami oleh bocah penjual jajanan tersebut. Setelah aksus pembullyan ini disaksikan banyak orang karena viral di internet, ia mendapatkan berbagai keajaiban dalam hidupnya :

Dapat Sepeda Baru


Setelah kejadian pembullyan, sepeda Rizal rusak dan tak bisa dipakai lagi untuk berjualan. Beruntungnya, banyak warga sekitar yang perhatian dan membelikannya sepeda baru. Ia pun sekarang mendapatkan 2 sepeda baru merk “Polygon” yang memang diinginkannya sejak dulu.

Terima Sembako

Kasus itu berujung nasib baik pada Rizal. Setelah banyak pihak mengetahui hal tersebut, Rizal mendapatkan bantuan dari berbagai pihak, salah satunya dari para relawan yang menyumbangkan sembako untuk kebutuhan hidup Rizal dan keluarganya sehari-hari.

Bertemu Gubernur Sulawesi Selatan

Hebatnya lagi, Rizal bertemu dengan orang nomor satu di provinsi tempat tinggalnya, Sulawesi Selatan. Ia mendapatkan sorotan dari gubernur Sulsel dan dihadihi sebuah motor listrik. Ekspresi sukacita Rizal amat terlihat saat mendapatkan berbagai kebaikan dari para warga yang perhatian kepadanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow by Email
LinkedIn
Share
Instagram