Lonjakan Kasus Corona di Indonesia

Pandemi virus Corona yang melanda dunia sejak awal tahun 2020 ini memang meresahkan banyak orang. Berbagai dampak negative dirasakan penduduk di dunia dalam berbagai bidang kehidupan, terkhususnya di Indonesia. Negara tercinta kita ini menjadi lamban perkembangannya karena efek negatif dari corona menjalar ke bidang ekonomi dimana banyak orang tak bisa mendapatkan pekerjaan, UMKM mati, pasar tak lagi laris dan pusat pembelanjaan menjadi sepi.

Semua dampak bertubi-tubi dirasakan terutama bagi rakyat kecil yang hidupnya pas-pasan setiap hari. Mereka yang harusnya berjualan menjadi terhenti karena maraknya virus ini. Pemerintah melakukan berbagai kebijakan guna menahan parahnya akibat yang ditimbulkan. Setelah sekitar 2 bulan negara Indonesia terserang kasus virus Corona pertamanya, pemerintah telah membuat berbagai peraturan seperti memakai masker, selalu mencuci tangan setelah beraktivitas, hingga adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk kebaikan bersama.

Namun dirasakan sampai saat ini, berbagai usaha yang dilakukan pemerintah sepertinya sia-sia saja dan tak berujung hasil yang baik. Nyatanya, kasus corona di Indonesia tak pernah turun apa bila dibandingkan dengan negara lainnya yang grafiknya mulai melandai. Awalnya, Indonesia menjadi negara yang telat terdampak virus corona dimana setiap kasus corona sudah terkonfirmasi di negara tetangga, tapi belum di Indonesia.

Setelah itu, barulah akhirnya kasus Covid-19 ini pertama kali ditemukan pada dua orang Depok pada tanggal 2 Maret 2020. Kedua orang Depok yang tertular merupakan seorang ibu (64 tahun) dan putri nya yang berusia 31 tahun saat itu. Mereka diduga tertular virus corona akibat kontak langsung dengan orang Jepang yang datang ke Indonesia. Kemudian pasien tersebut akhirnya dirawat di Rumah Sakit Penyakit Infeksi Sulianti Saroso, Jakarta Utara.

Sejak saat itu, pemerintah Indonesia mulai menggalakkan berbagai peraturan demi mencegah semakin luas dan maraknya penyebaran virus corona ini. Setiap hari pun, penambahan jumlah virus corona tak pernah habis, malahan semakin bertambah banyak. Setiap hari terkonfirmasi kasus baru di Indonesia yang tak ada habisnya.

Lonjakan kasus corona semakin menakutkan di Indonesia. Hal ini meresahkan para warga karena sampai saat ini, pemerintah masih memberlakukan adanya PSBB yang membatasi aktivitas sosial masyarakat dimana mereka hanya boleh bepergian untuk kepentingan tertentu, tetapi dengan aturan dan persyaratan yang ketat pula. Para pedagang yang ingin mencari nafkah pun menjadi kesusahan karena jarangnya aktivitas di luar rumah.

Tak hanya itu, banyak kekacauan yang terjadi pada awal lonjakan kasus virus corona. Banyak orang kemudian berbondong-bondong menyerbu pusat pembelanjaan karena takut kehabisan, terutama untuk membeli masker dan kebutuhan berupa makanan pokok. Hal ini membuat langka nya ketersediaan masker dan makanan yang membuat harganya juga naik sangat tinggi.

Sampai hari ini tanggal 20 Mei 2020, kasus corona belum turun sama sekali. Bahkan kasus per hari nya bisa mencapai 500 kasus baru dan total kenaikan tertinggi adalah 689 kasus. Sampai saat ini sudah terkonfirmasi 18.496 kasus corona di Indonesia dengan 4.467 yang sembuh dan total 1.221 yang meninggal (20/5/2020).

Selama masyarakat Indonesia belum mau mengikuti aturan yang diperlakukan oleh pemerintah, sepertinya masih akan sulit untuk negri kita ini untuk lepas dari kasus virus corona, malahan ada kemungkinan untuk terjadinya gelombang kedua yang dapat menyebabkan lonjakan kasus corona di Indonesia yang lebih tinggi lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow by Email
LinkedIn
Share
Instagram