Pulau Bali? Inilah Sejarah Terbentuknya Pulau Bali

Bali adalah salah satu pulau indah yang ada di Indonesia dan daya tarik wisata yang dimiliki Bali sangatlah berlimpah. Kini pengembangan fasilitas wisata yang terus dilakukan di pulau Bali, membuat banyak sekali tempat wisata keren yang bisa dikunjunggi. Bali juga menjadi pulau yang memiliki masyarakat yang harmonis, karena keberagaman sangatlah terasa.

Tidak hanya wisata alamnya yang terbentuk secara alami, Bali juga sangat kental dengan nuansa sejarah dan ada banyak sekali cerita sejarah yang berkembang di berbagai kawasan di pulau Bali. Pulau Bali terbentuk dengan cerita sejarah yang panjang, meskipun ada beberapa fase cerita sejarahnya yang sulit diterima dengan akal sehat.

Sejarah Terbentuknya Pulau Bali

Menurut legenda pulau Bali dahulu merupakan daratan yang menyatu dengan pulau Jawa, akan tetapi hingga saat ini para ahli belum dapat mengetahui sejak kapan kedua pulau ini terpisah.

Menurut beberapa sumber dari kitab usana Bali dan babad manik angkeran, pulau Bali dan pulau Jawa kala itu terpisah akibat meditasi yoga dari ida abu mukung atau yang lebih dikenal dengan dangiang sidu matra yang merupakan seorang brahmana atau pendeta asal kerajaan daha Jawa Timur.

Menurut cerita, dangiang sidu matra memiliki seorang anak bernama manik angkeran yang memiliki kebiasaan bermain judi, karena sering kalah judi dan manik angkeranpun memiliki banyak hutang, akhirnya manik angkeran meminta tolong kepada sang ayah. Merasa kasihan dengan putranya, dangiang sidu matra memohon bantuan kepada naga besukih yang berada di gunung agung.

Dengan membunyikan genta, dangiang sidu matra membangunkan sang naga besukih yang kemudian memberikannya beberapa keping emas. Pertemuan antara dangiang sidu matra dan naga besukih diketahui oleh putranya manik angkeran. Dengan adanya dorongan kegemaran berjudi, manik angkeran datang sendiri memohon emas kepada sang naga.

Melihat ekor sang naga yang bermahkotakan intan dan beralaskan emas muncul sifat jahat dari manik angkeran, saat sang naga lengah manik memotong ekor naga besukih. Hal ini membuat naga besukih marah dan menyemburkan api hingga membunuh manik angkeran.

manik angkerang dan naga

Mengetahui putranya tewas, ida mpu bekung memohon kepada naga besukih untuk menghidupkan anaknya kembali dan permintaan itu dituruti sang naga asalkan mpu bekung dapat mengembalikan ekornya. Lalu ekor sang nagapun bisa kembali seperti semula dan manik angkeran dihidupkan kembali. Setelah hidup manik angkeran diserahkan kepada sang naga besukih untuk mengabdi di gunung agung.

Ida abu mukung kemudian kembali ke kerajaan daha dengan meninggalkan manik angkeran di kaki gunung agung. Saat tiba di tanah genting, ida abu mukung teringat kembali dengan sifat gemar berjudi manik angkeran dan untuk mencegah manik angkeran kembali ke daha untuk berjudi, melalui sebuah meditasi yoga goresan tongkat ida abu mukung di tanah genting kemudian berubah menjadi perairan.

Selat bali adalah perairan yang dimaksud, karena menjadi selat yang memisahkan pulau Bali dan Jawa. Walaupun belum dapat dipastikan kebenarannya, tetapi bukti yang ada juga sudah sulit dibantah. Lokasi dangiang sidu matra beryoga sebelum memisahkan Bali dan Jawa, kini berdiri kokoh sebuah pura bernama segara rupa.

segara rupa

Pura segara rupa berlokasi di taman nasional Bali Barat tepat di ujung Bali, lokasi pura berjarak sekitar 2 km dari pulau Jawa. Selain itu keturunan manik angkeran yang disebut ngurah sidemen hingga sekarang masih berkewajiban menjadi memangku di pura besakih yang berada di kaki gunung agung.

Sekian ulasan lengkap mengenai asal usul terbentuknya pulau Bali dan semoga semua bahasannya memberikan banyak manfaat bagi para pembacanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow by Email
LinkedIn
Share
Instagram