Trik Kocak Polisi India Agar Warga Patuhi Lockdown Saat Pandemi Corona

Virus Corona yang telah ditetapkan sebagai pandemi oleh WHO, telah menginfeksi jutaan orang di seluruh dunia, dengan korban meninggal dunia hingga ratusan ribu jiwa. Sejumlah negara pun mengeluarkan beragam kebijakan untuk menekan penularan virus mematikan ini. Kebijakan paling umum yang dikeluarkan pemerintah adalah dengan melakukan lockdown, dan membatasi segala aktivitas masyarakat dengan tetap berada di dalam rumah. 

Rupanya, kebijakan pembatasan aktivitas itu tidak serta merta ditaati oleh masyarakat. Masih banyak warga yang bandel dengan tetap melakukan aktivitas di luar rumah. Mereka mengaku bakal kehilangan pendapatan jika tetap berada di dalam rumah dan tidak bekerja. Apalagi bantuan yang diberikan pemerintah juga tidak benar-benar disalurkan dengan baik.

Hal ini pun menjadi masalah baru di tengah wabah yang semakin meluas. Pemerintah pun harus berpikir keras agar kebijakan itu bisa dipatuhi dan penyebaran wabah bisa ditekan. Salah satu yang paling mencolok adalah kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah India. Mereka mengeluarkan kebijakan yang dianggap nyeleneh, namun di satu sisi kebijakan itu rupanya cukup efektif. Berikut ini beberapa kebijakan nyeleneh yang diterapkan pemerintah India.

Memukuli Dengan Rotan

Sejumlah aparat diterjunkan ke jalanan untuk memastikan kebijakan pembatasan #dirumahsaja yang dikeluarkan pemerintah bisa berjalan dengan semestinya. Agar masyarakat patuh dengan kebijakan itu, para polisi India tersebut dibekali dengan rotan. 

Jika kedapatan ada warga yang berada di luar rumah, mereka tak segan langsung memukuli warga bandel tersebut. Alhasil warga yang terkena sabetan rotan mengerang kesakitan dan mau meninggalkan tempat dan pulang ke rumah.

Beberapa video yang tersebar bahkan menampilkan warga yang sedang berbelanja di toko kelontong, kena sabetan juga. Tanpa tedeng aling-aling, meski warga itu berusaha memberi penjelasan, sabetan rotan itu terus dilayangkan petugas. 

Tak hanya pembeli, pemilik toko kelontong juga tidak luput dari sabetan rotan. Karena dianggap melanggar aturan yang ditetapkan. Tak kuat menahan sabetan, penjual toko itu pun sampai loncat dan berlari meninggalkan tokonya yang tetap terbuka. Sejumlah pengendara yang nekat melintas di jalanan pun juga mendapatkan sanksi yang sama. 

Mendapat Balasan Warga

Ketegasan para aparat dengan memukuli warga menggunakan rotan itu rupanya makin lama membuat warga akhirnya gerah juga. Mereka menganggap apa yang dilakukan petugas itu sudah kelewatan. Apalagi mereka keluar rumah juga karena terpaksa untuk membeli kebutuhan sehari-hari. Namun hal itu tidak dipedulikan oleh aparat.

Dalam sebuah video yang beredar, warga yang sudah gerah membuat aksi balasan kepada aparat. Dalam video itu nampak sejumlah polisi yang sedang melakukan razia di sebuah kampung, terlihat sedang lari terbirit-birit. Sambil ditertawakan warga yang berdiri di pinggir jalan, para polisi itu terlihat sangat ketakutan dan berlari kencang.

Polisi India menertipkan lockdown malah di kejar sapi warga. Heheheh

Akibat Lockdow, Polisi India dikejar Sapi warga. Vidio Know I'll go get ???

Dikirim oleh ASW JAPAN Channel pada Kamis, 02 April 2020

Rupanya, mereka sedang dikejar oleh sapi-sapi yang dilepaskan oleh warga. Sapi-sapi itu mengejar sejumlah anggota polisi di depannya. Sementara Beberapa warga nampak berada di belakang sapi sambil terus berteriak agar lari sapi semakin kencang. Tidak diketahui gambar selanjutnya, apakah para polisi itu ditabrak oleh sapi atau berhasil selamat.

Masukkan Warga Bandel Ke Ambulans

Setelah strategi memukuli warga yang bandel dengan rotan mendapat kecaman, aparat pun tak kehabisan akal dan tinggal diam begitu saja. Mereka kembali dengan strategi baru agar masyarakat benar-benar jera dan tidak lagi berkeliaran di jalan. Mereka kali ini menggunakan ambulans.

Tidak hanya sekedar menyediakan ambulans, namun di dalamnya ada seorang polisi yang berpura-pura sedang terinfeksi virus Corona. Polisi itu terbaring di dalam ambulans, sambil menunggu warga yang bandel dimasukkan.

Begitu polisi menemukan warga yang sedang berkeliaran di luar rumah. Mereka lalu memasukkan warga bandel itu ke dalam ambulans, dan menutup pintunya rapat-rapat. Sontak warga yang dimasukkan ke ambulans itu berteriak ketakutan sambil berusaha kabur keluar. Terlebih polisi yang berpura-pura sakit berusaha menyentuh tubuh warga bandel itu. 

Menggedor-gedor pintu, berteriak histeris, hingga menangis kencang, warga itu pun merasa kapok karena dimasukkan ke dalam ambulans berisi pasien Covid19. Ada yang akhirnya berhasil keluar ambulans dengan menerobos jendela mobil ambulans. Namun raut wajahnya sudah tidak karuan karena ketakutan. Rupanya cara ini cukup efektif untuk membuat warga tersebut menjadi jera karena nekat melanggar aturan pembatasan.

Memakai Kostum Virus Corona

Sementara itu di wilayah New Delhi, cara yang dilakukan aparatnya untuk menyadarkan masyarakat agar patuh pada peraturan, lebih humanis. Tidak dengan cara memukuli atau melakukan prank di ambulans, namun mereka memakai kostum Virus Corona. 

Patna-March.24,2020-Police personnel punish people for violating the lockdown amid the Coronavirus Pandemic at Malahi Pakri, Kankarbagh in Patna. Photo by – Sonu Kishan.

Turun ke jalan-jalan, para polisi di New Delhi memberhentikan sejumlah warga yang melintas dan berusaha memberikan pengertian agar tetap di rumah. Mereka melakukan itu dengan memakai helm yang berbentuk Virus Corona. Berwarna merah, bulat dengan sejumlah bagian berbentuk duri. 

Mereka berharap dengan menggunakan kostum virus Corona itu, masyarakat bisa sadar tentang bahaya yang sedang mengancam. Sebab virus itu bisa berada di mana saja, dan menular secara cepat jika terjadi kontak antara penderita dengan orang lain. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow by Email
LinkedIn
Share
Instagram