Dibalik Meme Coffin Dance, Tradisi Tarian Pengusung Peti Mati

Coffin Dance atau Dancing Pallbearers, beberapa waktu belakangan menjadi viral di dunia maya, dan dijadikan meme-meme lucu. Biasanya meme yang muncul adalah video orang-orang yang mengalami kecelakaan konyol, dan kemudian dihubungkan dengan video sejumlah orang-orang yang menggotong peti mati sambil berjoget. Backsound yang ceria dan khas itu semakin membuat video meme itu memancing gelak tawa para penontonnya.

Di luar negeri, video meme Coffin Dance lebih sering digabungkan dengan lagu Astronomia karya musisi Rusia, Tony Igy yang diremix oleh Vicetone. Sementara di Indonesia dan sekitarnya, meme Coffin Dance disandingkan dengan lagu Finally Found You milik Enrique Iglesias yang diremix oleh DJ Haning dan Rizky Ayuba, dan diberi judul “You Know I’ll Go Get”.

Kepopuleran meme Dancing Pallbearers ini menyebar ke seluruh penjuru dunia. Di Brazil, meme ini malah dipasang di sejumlah baliho dan poster di pinggir jalan. Poster itu dipasang untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya mencegah penularan wabah virus Corona dengan tetap berada di rumah. Poster tersebut menampilkan gambar para pemain Coffin Dance dengan tulisan “Stay at Home or Dance With Us”. Tetap di rumah atau berjoget bersama kami.

Munculnya Dancing Pallbearers

Video meme Coffin Dance yang viral ini pun segera memancing rasa penasaran netizen. Bagaimana mungkin seseorang yang sudah mati, malah diajak berjoget saat hendak dimakamkan. Apalagi joget yang dilakukan juga sangat enerjik, dan terkadang sampai melempar-lemparkan peti berisi jenazah tersebut.

Diketahui, Dancing Pallbearers atau Coffin Dance itu berasal dari negara Ghana. Coffin Dance merupakan ritual khusus saat upacara pemakaman warga Ghana. Namun bukan merupakan tradisi turun-temurun dari para leluhur. Melainkan baru ada pada tahun 2003 silam, dan yang mencetuskannya adalah sebuah Rumah Duka. 

Berawal Dari Layanan Pemakaman Rumah Duka

Adalah Rumah Duka Ebony Funeral Home di kota Prampram, di wilayah Accra Raya, Ghana yang dikelola oleh Benjamin Adoo, yang pertama kali mengadakan ritual Coffin Dance ini. Awalnya, Dancing Pallbearers ini merupakan layanan yang ditawarkan oleh Adoo, untuk memeriahkan acara pemakaman. 

Awalnya jasa layanan pengantaran jenazah ke liang kubur ini hanya layanan dengan para pengantar yang memakai kostum jas dan topi. Kemudian, Adoo memiliki ide untuk menambahkan gerakan tarian energik. Tentunya mereka menarik biaya tambahan untuk hal ini.

Hilangkan Stigma Suasana Sedih Di Pemakaman

Dengan tarian energik diiring musik ceria, dirinya mencoba menghilangkan stigma bahwa suasana pemakaman harus dihiasi orang-orang yang bersedih. Sebaliknya, dia ingin membuat suasana pemakaman lebih bahagia, terlebih untuk jenazah dan keluarga yang ditinggalkan.

Meski awalnya terlihat aneh, namun lambat laun warga Ghana mulai tertarik untuk memakai jasa koreografi Coffin Dance dari rumah duka milik Adoo tersebut. “Mereka datang kemari dan meminta kami untuk menyelenggarakan upacara pemakaman keluarga mereka. Saya pun menawarkan layanan Coffin Dance dari yang serius atau yang benar-benar heboh dengan tarian dan iringan musik,” terang Adoo.

Pada perjalanannya, ritual pemakaman dengan diiringi tarian dan musik ala Benjamin Adoo ini pun menjadi kebudayaan sendiri di masyarakat Ghana. Tarif yang tidak murah, dijadikan sebagai sebuah acara yang bergengsi, terlebih selalu menyedot animo masyarakat yang ingin menonton. Ya, layaknya sebuah acara konser.

Tak Selamanya Berjalan Mulus

Jika banyak di video yang beredar, ritual pemakaman Coffin Dance begitu meriah, namun tidak selamanya berjalan lancar. Adoo mengaku jika mereka beberapa kali mengalami musibah ketika menggelar ritual Dancing Pallbearers itu.

Pernah dalam suatu acara, entah karena lupa pada gerakan atau masalah teknis lain, peti yang sedang diajak berjoget luput dari bahu para pengusungnya. Peti tersebut pun rusak dan penutupnya terbuka, sehingga jenazah juga terlihat keluar dari peti. Suasana yang sebelumnya berlangsung meriah, langsung berubah dengan sejumlah teriakan histeris dan tangisan.

Namun kejadian itu tidak begitu saja membuat masyarakat Ghana menjadi berpikiran negatif terhadap ritual Coffin Dance. Tawaran order pun masih membanjiri rumah duka milik Benjamin Adoo. Bahkan kini sudah mulai bermunculan layanan yang sama, karena tingginya permintaan.

Sejahterakan Masyarakat Ghana

Benjamin Adoo sampai detik ini merasa tidak percaya jika layanan yang dia cetuskan itu menjadi populer di seluruh dunia. Kepopuleran itu pun memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat Ghana, yang selama ini tingkat kemiskinannya cukup tinggi.

Adoo mengaku, layanan Coffin Dance begitu diminati oleh masyarakat Ghana. Setiap hari semakin banyak permintaan dari masyarakat yang membutuhkan jasa mereka. Hal ini pun menciptakan lapangan kerja baru yang cukup besar di Ghana. Untuk memenuhi permintaan akan layanan Coffin Dance itu, Adoo pun saat ini telah mempekerjakan kurang lebih 100 orang. 

Kelompok Dancing Pallbearer milik Benjamin Adoo itu pun rupanya telah memiliki penggemar sendiri, dan mereka tersebar di seluruh dunia. Adoo berjanji, ketika wabah pandemi berakhir, dia ingin menyapa para penggemarnya yang berada di seluruh dunia itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow by Email
LinkedIn
Share
Instagram